Suara Malam


Sapuan-sapuan bayu menyapa hawa dingin
Dan tak lekang jua usapan syahdu menghunus ujung hening
Saat detak tak lagi mengetuk detak
Akankah denyut ini masih menghirup hentak udara berhembus
Meskipun kehidupan bagai infus yang memberi hayatun nufus

Saat detak tak lagi memetik detak
Akankah jantung memompa bolak balik darah
Meskipun dalam kesengalan yang tak pernah lelah
Menghinggapi raga yang mulai rebah

Siapa yang akan menjamin kehidupan disatu detik kemudian
Didetik ini aku masih berdiri
Namun satu detik kemudian akupun terduduk
Didetik ini aku masih duduk
Namun satu detik kemudian akupun telah menunduk
Didetik ini aku masih menunduk
Namun disatu detik kemudian akupun berada dalam keadaan terbaring

Belajar dari kehidupan singkat orang lain
Tak harus tua
Tak mesti sakit
Tak mesti kaya
Tak mesti raja/ratu
Tak memilih siapapun dan bagaimanapun bila detak berhenti
Ketika Dia menghendaki

Tidak ada yang menjamin
Setidaknya satu nafas dan satu detak pada detik ini lebih jauh baik
Kerana Dia saja yang dapat menentukannya
Pasrah dan redhalah
Itulah detik terbaik

Lagit Dan Bumi


Tak ada yang lebih sabar dari hujan di malam ini
Menunggu gelap dan mata menutup
Lalu bumi menceraikan gerah kemudian dingin mendakap hawa

Tak ada yang lebih sabar dari hujan di malam ini
Dilihat ataupun tidak, baik disedari atau tidak
Dia selalu bersedia membahagi titik air dengan mengawali rinai

Tak ada yang lebih sabar dari hujan di malam ini
Meskipun hari lain menawarkan tempat dijatuhi
Dia selalu menunggu hari ini dan detik ini jatuh
Meski tanpa diberi apa-apa sekalipun

Tak ada yang lebih sabar dari hujan di malam ini
Aku dan keypadku kembali berkutat
Dan lagi-lagi genting berbunyi “Tik… Tik… Tik…

Senyum


Senyuman
Adalah keindahan
Menghiasi lukisan wajah
Penyeri lubuk kalbu hati

Senyuman
Pasti membawa erti
Bagi mereka yang memiliki
Ketulusan budi pekerti

Senyuman
Lahirnya dengan sendiri
Tercipta dari kasih Ilahi
Mencermin keluhuran diri

Senyuman.
Mendamaikan lubuk sanubari
Menjernihkan akal untuk berfikir
Membuka luas gerbang minda

Senyuman
Lambang ketulusan keikhlasan
Simbol kejujuran kesucian
Tanda kebersihan sejati

Senyuman
Pengikat silaturrahim
Antara umat insani
Dalam hidup tidak menyendiri
Kita manusia sejagat

Senyuman
Melembutkan kekerasan
Mendinginkan kehangatan
Menjernihkan juga kekeruhan
Memutihkan kehitaman
Mematikan kepalsuan

Senyuman
Bukan musuh untuk dihindari
Bukan teman untuk dicari
Bukan pelangi untuk digapai
Bukan tawanan yang perlu digari

Senyuman
Juga sebuah senaman muka
Menegangkan jalur otot rias wajah
Menjadikanmu tampak muda selalu

Marilah semua bersama-sama
Memulakan perjalanan harian
Diiringi dengan sekuntum senyuman
Jangan dihirau rintangan mendatang

Badai onak duri menerjang
Tetaplah tersenyum riang
Pasti indah harian mendatang
Tenang kedamaian menjelang
Inilah dia sang senyuman

Cinta


Sebuah kata yang lahirkan dua hal saling berlawanan
Dapat memberi kebahagiaan dan lahirkan penderitaan
Membuat makhluk bumi bertahan dalam pengorbanan
Dan jadi sumber inspirasi sejarah sepanjang zaman

Kerana cinta pada Laila. Qais pergi ke gurun sunyi bawa ribuan ratap
Kerana cinta jua Rabiatul Adawiyah ungkapkan kerinduan dalam ucap
Kerana cinta pada-Nya jua keindahan syurga untuk para mujahid disingkap
Itulah jawapan mengapa para pencinta bersujud pada-Nya dalam tangis harap

Dalam ngantuk dan kelelahan yang sangat seorang ibu bangun di tengah malam
Dengan perjuangan berat pencinta Ilahi munajad dikegelapan yang hitam
Kerana cinta berlandaskan syahwat manusia rela gunakan ilmu hitam
Dan kerana cinta jua sebuah rumah tangga hancur atau tenteram

Atas nama cinta, seorang ayah pergi mencari nafkah
Kerana cinta burung-burung pergi pagi dari sarangnya
Kerana cinta mujahid rela untuk berkorban darahnya
Itulah hakikat cinta tertinggi berkorban untuk-Nya

Dengarlah para penyair bersenandung tentang cinta dalam kehidupan
Cinta yang membuat pria dan wanita bersatu sampai maut memisahkan
Atau cinta yang putus dan layu kerana telah disia-siakan dalam perjalanan
Atau cinta yang membawa kisah sedih kerana telah bertepuk sebelah tangan

Cinta, sebuah misteri ribuan tahun yang tersembunyi
Lahirkan kebahagiaan dan berbagai kepedihan dihati
Yang mampu bimbing manusia untuk hidup dimurkai
Atau lahirkan semangat kuat untuk menentang tradisi

Ribuan tahun telah berlalu
membawa jutaan kisah cinta yang indah dan pilu
Jasad-jasad para pencinta telah terbaring dikubur jadi bahagian masa lalu
Di bumi yang sempit kerana cinta sebahagian manusia masih berseteru
Walaupun sebahagian yang lainnya kerana cinta mereka tetap bersatu

Atas nama cinta, hidup serasi adalah sebuah pilihan
Saling membantu dalam hidup dengan rasa kasihan
Niscaya kebaikan dan kemuliaan akan Tuhan berikan
Dan jadilah hidup sebagai rahmat dalam kebersamaan

Tali Iman


Seorang kekasih
Tenggelam dalam gelombang rasa
Di samudera cinta yang terlalu unik
Meski tak pernah bersua
Tak pernah bersapa
Maupun lewat ungkapan tinta
Namun hati nya kemaruk rindu
Yang tak terungkai
Membuak pilu bertalu
Pada insan berakhlak purnama
Bait bait suci melody robbany… terlalu indah baginya
Meski terkadang tak mampu memahami

Cinta dan rindu itu berlabuh
Pada penyempurnaan akhlak mulia
Risalah yang di bawa seantero dunia
Sederhana namun berbisa
Yang sayang bertambah cinta
Yang benci turut memuji
Meski punya nama namun berjiwa hamba
Meski mampu miliki dunia namun perginya tanpa berharta
Meski hidup di hina
Tak sekalipun menghina
Meski sering disakiti…dilukai… lebih memilih untuk memaafi
Cinta dihatinya untuk mengabdi
Risalah kekasih agung keutamaan diri
Safar sorang ghuraba’ bermula tanpa tarbiyyah ayahbonda
Hanya berserah pada Yang Maha Segala
Hanya mengabdi pada Yang Maha Pencinta
“Hasbiyallah wa nikmal wakil”
Slogan kasih sebagai abdi

Oh …apakah irama ini..??
Hanya dia dapat merasa
Namun dia sendiri tak mengerti
Terdera oleh seribu soalan yang tak ada jawapan
Rasa itu terus mengalir ke seluruh minda dan jiwa
Bah sang hati.. kelemasan…
Sebak di dada…semakin menyesak
Hanya manik manik jernih itu berbicara
Tanpa suara namun jelas maknanya
Di dinihari menjadi saksi
Kalam tersirat…sarat dengan hasrat
Hadirlah pertemuan penuh mahabbah
Meski hanya impian semata

Irama sepi itu terus mengunci
Lisan seorang penanti
Bagai pungguk merindu
Dan alam turut berkongsi
Nyanyian sepi seorang kekasih
Meski dunia menawarkan sejuta cinta
Namun rindu pada kekasih
Menguasai segala rindu

Ya Hanana...Ya hanana..
Rahmatan lil A'lamin

Pujanggakah Aku


Begitu banyak kalimat orang bertanya
Apakah engkau seorang pujangga?
Yang menyusun kata menjadi indah
Dan memutar kalimat bersilat lidah?

Apakah engkau seorang penyair?
Yang membuat kata menjadi sihir
Ungkapkan realiti dengan menyindir
Hembuskan fakta kehidupan yang getir

Apakah engkau seorang pujangga?
Yang berkisah tentang tubuh yang indah?
Menuliskan dengan kalimat yang hyperbola
Satukan fakta dan idea dalam harmoni nada

Apakah engkau memang seorang pengarang?
Yang menulis sehingga dikenal banyak orang
Yang ungkapkan hal gelap supaya tampak terang
Dan bersenjata pena yang tajamnya melebihi parang

Apakah engkau seorang yang dalam ahli berpantun?
Yang ungkapkan hal yang penuh dengan bahasa santun
Menyusun sampiran dan isi menjadi kalimat indah tersusun
Sebagai bahagian dari budaya mereka yang tinggal di dusun

Apakah engkau seorang ahli bahasa?
Yang pandai berinterasi sampai mulut berbisa
Yang membuat rangkaian kata menjadi berbisa
Yang mampu menggerakkan nurani ribuan massa

Semua tanya adalah jawapan
Diriku bukan seperti yang dikatakan
Hanyalah isi hati nurani yang dituliskan
Ungkapkan kata di hati yang sebagai pesan

Diriku ini bukanlah seorang pujangga
Bukanlah pula seorang ahli bahasa
Bukan juga seorang ahli budaya
Tetapi hanya seorang hamba

Terima Kasih


Terimakasihku
Tulus buatmu
Terlahir dari ruangan dalam hatiku
Saat aku jatuh terus tersungkur
Kau datang menyambut tanganku
Meruntun aku kembali tegak berdiri

Terimakasihku
Ikhlas buatmu
Insan yang menghampiriku
Ketika hirisan luka berdarah
Kedukaan kian parah
Merawat lalu pengubati

Terimakasihku
Luhur buatmu
Mendampingiku dalam kesunyian
Melontar segala kesepian
Mengantikannya dengan irama nyanyian

Terimakasihku.
Suci buatmu
Yang telah menapu linangan airmataku
Muga tak lagi membasahi pipi
Mengisi senyuman di pinggir bibir

Terimakasihku
Mulus buatmu
Yang telah melunakkan kekerasanku
Menanamkan pula kelembutan
Lalu menyerikan kolam sanubari

Terimakasihku
Murni buatmu
Berjaya membuka gerbang hati
Yang dulunya terkunci
Membuatnya lebar kembali

Terimakasihku
Abadi sejati buatmu
Kekasih yang kucintai kini
Menyirami menyerikan harianku
Mewangikan perjalanan hidupku
Oleh kasih sayang cinta suci darimu

Terimakasih cintaku
Tiada yang lain bagiku
Hanya kau yang satu di hatiku
Menghiasi kemanisan hidupku
Menerangi kegelapanku
Aku bersyukur memilikimu

Destinasi Impian


Sayang tanpa cinta
Apakah akan tumbuh bermakna
Cinta tanpa sayang
Apakah akan punya nilainya
Cinta dan sayang tanpa kasih
Apakah mungkin akan ada ertinya
Wujud menjadi berharga

Cinta kasih dan sayang
Seharusnya menyatu aliran rasa
Menyalur dari naluri meresap ke sukma
Dibahagikan tanpa resah wasangka
Tanpa timbulnya rasa berdosa
Melingkar lembut menyelimuti raga jiwa

Cinta kasih dan sayang
Janganlah ianya terpisahkan
Oleh gambaran hiasan kecurangan
Dinodai pula lakaran rasa ketidak puasan
Susurilah indah lukisan ketulusan
Disirami murni sinar kesucian

Cinta kasih dan sayang
Janganlah dibiar lumpuh kepincangan
Setiap perjalanan lewatinya beriringan
Sehaluan tanpa jurang halangan
Mengalir bebas tanpa ada pemaksaan
Jernih sungainya menyusur perasaan

Cinta kasih dan sayang
Demikanlah sepanjang detik harapan
Dalam belaian halus mahkota impian
Agar tenang menyusuri destinasi pelabuhan
Dalam kudusnya doa keikhlasan
Bersama teduhnya ikrar kasih panjang berkekalan
Cinta dan sayang tanpa debu pencemaran

Rindu Bertandang Lagi


Menggelar rindu disetiap laman hati ini
Memetak pada suguhan waktu demi waktuMu
Hingga kesegaran titik bening menindih kekebalan angkuh
MencariMu di setiap pintal halus tanpa sapa
Dalam ucap manjaku yang pamerkan gundah gulana
Dan terpendam dalam asmara kalaku

Kurasakan hadirmu dalam tafakurku
Begitupun sajakku yang mengakar pada setiap helai daun rasa
Hingga hijau dedaun mulai tumbuh membalutku
Laksana kalbu dengan segala binar yang mengaca
Menelaah pinta dalam asma akan isyarat abdi cintaMu

Di pelataran inilah aku senandungkan larik-larik jiwaku
Hingga aliran darahku menusukkan semburat urat sarafku
Tak lagi ada yang akan aku tuju
Ketika hati telah membusur dalam tangkai munajat
Dan batang hari menuju hatiku
Letih kembali menanduku dalam rasa
Mengarak arah mengiringi tarian kecilku
Di kedip mata ku petik nada indah
Memasungkan sabit rona purnama
Aku damai bersamaMu
Hingga dunia seakam hanya desir alunan
Dan pelukkan malam menjamah heningku
Dimusyhaf cintaMu kulekatkan rapat dalam hatiku