Showing posts with label Kehidupan. Show all posts

When I Grow Up

Sewaktu zaman kanak-kanak ria, kita tak sabar kan nak jadi orang dewasa.. tengok orang bergaya kita pun nak bergaya.. tengok pekerjaan orang kita pun pasang angan-angan :D
Betapa dirindui sangat-sangat zaman itu.. manisnya..

Kalaulah.. kalaulah.. kalaulah... hurmmmmmmmmmm


Sendiri Lagi

Tanpa kita duga
Kadang hadirnya ternanti-nanti tapi mengapa tidak pula dihargai?
Itulah manusia dalam duniawi
Yang namanya manusia
Merindui yang lama itu biasa

Dalam Lingkar Suci Cinta Mu

Sirnalah detik silam
Bila hakikat datang bertandang
Dalam hitungan waktu yang berlalu
Yang mengakar sabar mencari redha-Mu
Subhanallah...
Sentiasa Kau tuntuni kami yaa Rabbi
Dalam sorot iktibar semesta-Mu tak terjangkau hati
Penghuninya bergerak
Pabila Kau berkehendak
Neraca nyata Kau tampakkan
Bila penghujung nafas telah ternokhtahkan
Ampunilah kami yaa Muhshii
Bila hati jelas tak terbenahi
Bila mata tidak memandang
Andai kalbu tak terjinakkan
Lindungi kami yaa nurul Waahid
Dengan hidayah-Mu hingga akhir nanti
Aamiin2...irhamna yaa Allah...

Makna

Kita mamah sedulang sepi yang terhidang
Tanpa kata hanya saling menikam pandang
Berjurus-jurus lalu bayu pun berhenti berderu
Meredah sayap dengan rasa ingin tahu
Malam membungkus seluruh bicara
Membiarkan kita meraba-raba makna
Bintang yang hilang kerdipnya
Menyodor selembar mimpi
Yang siap ditafsir
Oleh sang musafir
Sedang dadanya sarat dengan khuatir
Kalau masa itu hanya sekeping kartu
Yang merakam ratip-ratip rindu
Berapa lama lagi kita merelakan
Lena ini memasung jaga
Jaga ini mengusir cinta
Cinta ini membunuh cinta
Yang teratas antara segala
Rahsia ini bukan lagi rahsia
Untuk tanyamu kenapa puisiku hanya menghembus sunyi
Kerana aku kian lelah
Untuk sembunyikan hati sendiri

Melaka Yang Dirindui

Jauh di lamunan
Terbentang satu laman impian
Tak pernah pudar
Tak lapuk dek cuaca
Terus bersinar

Duduk aku di tebing sepi
Merenung sinar menusuk sanubari

Salahkah aku
Sentiasa sunyi
Berteman mentari
Bersama rembulan
Berkasih bintang
Bercinta awan

Seseorang aku
Pasti sukar untuk difahami

Menanti Camar Yang Pulang
















Kekasih, aku ingin sentiasa bersamamu
Bayangan rinduku amat mendalam untukmu
Kekasih, tulis namaku di dalam diari hatimu
Setiap senyummu, penawar rindu dihatiku

Kekasih, aku ingin bercinta tanpa merasa takutnya kehilangan
maka jangan diadakan ikatan hanya ikatan penikahan

Aku mahu merindu tanpa mempedulikan apakah itu kesepian
walau ku tahu jangan rindu diberahikan kerana boleh menghanyutkan

Aku mahu mengharap tanpa memikirkan sakitnya kekecewaan
Tidak sesekali diri ini digayati impian impian walau ia bagaikan satu mainan perasaan

Yang pasti kini
Aku mahu menyerah
Segalanya kepadamu yang bernama yang maha penyayang
Jika benar ia milik ku
Tercipta untuk ku
Ku yakin ku tetap a
kan hidup bersamamu

Kekasih
Saat hari bersandar dipintu senja
Pada desir angin yang berbisik ditelinga
Mungkin dengung suaraku tidak kau kenali lagi
Namun dalam rintihan kudus doaku
Namamu selalu lekat menghiasi lamunanku
Pada setiap titis darah yang akan bermuara dilembar hatimu 
Mungkin sekujur bayanganku tak kau hiraukan lagi
Namun namamu senantiasa ada dalam syair suci yang ku derma
Namamu mewarnai tiap lengkung pengakhirannya
Pada tarikan dan hembusan nafas yang akan mengiring detak dijantungmu
Mungkin paras wajahku tak kau kenang lagi
Namun namamu selalu tersenandung dalam lantunan doa 
Doa namamu tak henti dan tak pernah jemu kusisipkan di antaranya

Kekasih
Hening separuh malam
Kembali ku simpuhkan jasad dialtar kuasa takdir Illahi
Ku menyusuri benak, tersirat rupa dambaan hati 
Hingga fajar merekah
Meredupkan luka dari cinta tak tersampai

Jika suatu hari nanti
Setelah kau lelah mengelilingi cakrawala hati
Atau kau terluka oleh bidadari yang kau temui
Kembalilah dan datanglah padaku
Camar cintaku akan menjemputmu 
Kerana sesungguhnya cinta terindah dan setiaku selalu dan selalu menantimu